Selasa, 15 November 2016
Domba yang beradu
SALING MENGADU UNTUK MENDAPATKAN JABATAN
Mendirikan
Mendirikan
1. Untuk berapa lama
Dengan merencanakan akan berapa lama berlindung di suatu tempat, penghematan tenaga dan kesadaran emosi akan terjaga.
2. Sendiri atau kelompok
Buatlah tempat berlindung yang sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu luas dan tidak terlau sempit sehingga kehangatan tempat berlindung tetap terjaga.
3. Memilih tempat
untuk menjaga kenyamanan dan tetap hangatnya tempat berlindung serta menghindari cepatnya penurunan daya tahan tubuh, perhatikan hal berikut ;
a. Dirikan bivak yang terlindung dari terpaan angin, jangan dirikan bivak ditempat yang terbuka dari terpaan angin
b. Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata, untuk daerah yang lembab, buatlah para - para yang kokoh. Jangan dirikan bivak dilereng gunung atau lembah
c. Dirikan bivak dibawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari.
SEMOGA BERMANFAAT .CAYOOOO
pemimpin
Pemimpi yang bisa menjadi pemimpin (tips)
Pertama, pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan
Kedua, pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan. Nah gimana? Gak mudah kan jadi seorang pemimpin . makanya jangan sok ngeremehin pemimpin kalin . lebih baik kita BANTU DIA. SEMOGA BERMANFAAT
Tamvan pakai cafe Racer
Tamvan pakai cafe Racer
Honda
Gl emang enak banget buat "dirusak" nih bradsis. Ada yang ubah
tampilan, ada juga yang ngambil mesinnya doang. Ubahannya juga
macem-macem, tergantung selera. Mau dubah jadi Moto Guzzi juga jadi.
Suka-suka modifikatornya aja..
Kayak
motor bikinan Gandul 2Wheels Custom (G2C) yang bermarkas di Jl. Gandul
Krukut Ambara, Cinere, Depok, nih bradsis. Dari Tiger, cuma mesinnya
doang yang diambil. Eh, sama spidometernya juga bawaan deh. Sisanya?
Macem-macem, ada yang beli, ada yang nyomot dari motor lain, ada juga
yang bikin. Rangkanya aja bikin ulang kok. Tiger yang pake rangka single
cradle diganti menjadi double cradle.
Selanjutnya,
langsung konsep modifikasinya dijalanin. Konsepnya adalah Moto Guzzi
bradsis. Tapi kalo Moto Guzzi kan mesinnya segede gaban, udah gitu
bentuknya sama kayak motor BMW tipe Boxer yang mesinnya ngelebar ke kiri
dan kanan. Beda sama Tiger yang bisa dibilang mungil kalo dibandingin
sama mesinnya Moto Guzzi.
"Semua
dimensinya saya lebarin. Mulai dari sok depan, tangki, dan swing arm.
Tapi karena Moto Guzzi mesinnya gede, sedangkan Tiger kecil, jadi ya
disesuain lah," ujar Wardoyo, tokoh andal di balik G2C alias bosnya.
Dibilang
cafe racer juga bisa bradsis, ada kok buntut tawonnya. Di balik buntut
tawonnya juga ada udang. Eh salah, maksudnya ada jok juga bradsis. Kalo
buntut tawonnya dilepas, jadi bisa dipake buat boncengan nih. Biar gak
dibilang egois sama pacar atau temen.
Swingarm
yang dibikin dari pipa seamless ukuran satu seperempat inci ini juga
lebih panjang dari ukuran swingarm asli Tiger. Masih gak lepas dari
konsep utamanya bradsis.
Tongkrongannya
keren, mau dipake harian juga gak masalah. Punggung gak akan
teriak-teriak kesakitan, karena posisi setangnya gak terlalu bikin
posisi berkendara jadi nunduk banget layaknya motor-motor balap
aksara jawa
SEJARAH SMA N 3 BOYOLALI
Sejarah SMA NEGERI 3 BOYOLALI
Dalam rangka alih fungsi SPG / SGO menjadi SMTA sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 178/C/Kep/1989 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alih Fungsi Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah Raga menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Lainnya. Maka pada Tahun 1988 SPG / SGO alih fungsi menjadi SMA Negeri 3 Boyolali yang terdiri dari 4 kelas siswa, karena uantuk kelas II, III masih siswa-siswi SPG. Kemudian pada Tahun Pelajaran 1989 / 1990 menerima 6 Kelas, Sehingga jumlah kelas saat itu ada 10 kelas. Pada waktu itu SPG / SGO beralamat di Jl. Pandanaran No. 169 Boyolali, kemudian pada Tahun 1989 pindah menempati Gedung Yang Baru yang beralamat Jl. Perintis Kemerdekaan ( 0276) 324586, ( 57316 ) Pulisen, Boyolali sampai sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)



